Omnibus Law dan Rendahnya Mutu Intelegensia Masyarakat
Saya sama sekali tidak mengerti ttg omnibus law dan sama sekali tidak tertarik utk tahu lebih jauh Yang saya tahu dengan pasti, lempar batu dan membakar halte bukan solusi utk apapun. Mana ada orang yg lebih goblok dari orang yg merusak kotanya sendiri. Apalagi kalau ini dilakukan oleh mahasiswa/i. Mereka harusnya menjadi penjaga benteng logika yg gigih. Yg kita lihat sekarang di Indonesia, banyak yg menjadi cunguk anarkisme. Kekerasan lahir setelah logika buntu. Mereka belum belajar membangun tapi sudah praktek merusak.Orang yg pernah membangun, tidak perlu secara fisik, akan tahu susahnya proses itu, dan tidak akan cepat merusak apa yg telah dibangun oleh orang lain. Ini menandakan menyedihkannya mutu intelegensia masyarakat kita. Ada yg menunggangi? ya mungkin. Tapi fakta bahwa banyak yang bisa ditunggangi menunjukkan apa yg saya katakan di atas. Mutu wakil rakyat rendah ? Ya itu karena mutu rakyat rendah. Wakil rakyat adalah cermin dari rakyat. Rakyat tidak punya pili...