Postingan

Omnibus Law dan Rendahnya Mutu Intelegensia Masyarakat

Gambar
  Saya sama sekali tidak mengerti ttg omnibus law dan sama sekali tidak tertarik utk tahu lebih jauh Yang saya tahu dengan pasti, lempar batu dan membakar halte bukan solusi utk apapun. Mana ada orang yg lebih goblok dari orang yg merusak kotanya sendiri. Apalagi kalau ini dilakukan oleh mahasiswa/i. Mereka harusnya menjadi penjaga benteng logika yg gigih. Yg kita lihat sekarang di Indonesia, banyak yg menjadi cunguk anarkisme. Kekerasan lahir setelah logika buntu. Mereka belum belajar membangun tapi sudah praktek merusak.Orang yg pernah membangun, tidak perlu secara fisik, akan tahu susahnya proses itu, dan tidak akan cepat merusak apa yg telah dibangun oleh orang lain. Ini menandakan menyedihkannya mutu intelegensia masyarakat kita. Ada yg menunggangi? ya mungkin. Tapi fakta bahwa banyak yang bisa ditunggangi menunjukkan apa yg saya katakan di atas. Mutu wakil rakyat rendah ? Ya itu karena mutu rakyat rendah. Wakil rakyat adalah cermin dari rakyat. Rakyat tidak punya pili...

Pariwisata Sebagai Penggerak Utama

Gambar
Debat kandidat bupati Ngada pada hari, Jumat (1/10/2020) yang lalu muncul banyak gagasan bernas dari setiap paslon untuk membangun daerahnya . Salah satu yang didengungkan saat berdialog   bahkan hingga menjalar di media sosial saat ini adalah perihal pariwisata yang diyakini sebagai sektor utama yang bisa menyejahterakan masyarakat Ngad a   Menjadikan pariwisata sebagai prime move r (penggerak utama) implementasinya dimulai dengan melibatkan semua dinas agar mampu mendesain program dan event-event inovatif yang akan menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar Ngada, bahkan manca negara. Ambil satu contoh saja. Dinas Pemuda dan Olahraga. Dinas tersebut kewajibannya tidak hanya melakukan pembinaan berbagai cabang olahraga dan menciptakan prestasi olahraga di berbagai level. Dalam konteks menggaungkan pariwisata, dinas terkait seyogyanya menjadikan berbagai event olahraga sebagai atraksi pariwisata yang mendatangkan wisatawan ke Ngada. Saya ingat event Tour de Fl ores ...

Gerakan Katakan dengan Buku

Gambar
Salah satu indikator penentu kemajuan sebuah bangsa adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mendiami negara tersebut.Secara spesifik unsur penting yang erat kaitannya dengan penilaian tersebut adalah kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/berbicara atau yang dikenal dengan istilah literasi.Jika ingin eksis atau bertahan di abad 21, masyarakat harus menguasai enam literasi dasar, yaitu literasi baca-tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi, literasi keuangan, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Bahkan   hal lain yang perlu dikuasai adalah literasi kesehatan, literasi keselamatan (jalan, mitigasi bencana), dan literasi kriminal (Pangesti, Mei 2016). Apakah di daerah anda terdapat gerakan literasi ?. Jajak Pendapat via telepon oleh Litbang Kompas tanggal 17-19 Mei 2017 terhadap 512 responden yang ber...

Ranperda Literasi NTT

Gambar
Jalan berliku yang ditempuh agar literasi tidak selalu berada di jalan yang sunyi memang tidak mudah. Para pegiat literasi di NTT baik secara pribadi maupun kolektif telah melakukan berbagai upaya, misalnya mendirikan simpul pustaka (taman baca), diskusi ala warung kopi, seminar, pelatihan, dll. Bahkan dimasa pandemi Covid-19 upaya membumikan literasi terus bergema kendati dilakukan secara virtual. Gerakan pencerdasan yang dilakukan secara sporadis itu akan memiliki daya ungkit yang kuat jika mendapatkan dukungan signifikan dari pemerintah setempat. Bentuk keberpihakan sebagai wujud sokongan itu diharapkan lahir dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) yaitu Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dengan persetujuan bersama Kepala Daerah (gubernur atau bupati/wali kota) disadurkan dalam Undang-undang No 15 Tahun 2019 atas perubahan Undang-undang No 12 Tahun 2011. Bulan Januari, tepatnya 13/1/2020 melalui anggota DPRD asal Ngada, Agustinu...

Bandara adalah Kesan Pertama

Gambar
Barangkali kita beranggapan bahwa kesan pertama wisatawan terhadap Ngada terbangun ketika mereka mengunjungi Bena, Riung, Wolobobo dll. Menurut para pelaku pariwisata, bukan itu !. Kesan pertama terbentuk tatkala mereka menginjakkan kaki pertama kali bandara Turelelo So’a.   Melihat Ngada dari Bandara merupakan ungkapan bahwa bandara adalah pintu masuk dan melalui bandara wisatawan memperoleh banyak informasi tentang berbagai atraksi dan destinasi wisata di Ngada. Jadi bandara juga merupakan sebuah destinasi yang memorable, dan bisa dijadikan ikon wisata Ngada itu sendiri. Sebagai destinasi, bandara Turelelo seharusnya tampilannya berbeda dengan bandara-bandara lain dan harus menyajikan sebuah cerita (nange) yang tak terlupakan bagi setiap wisatawan. Bandara di Labuanbajo, Bali dll penuh dengan kaca . Jika bersaing dengan bandara-bandara tersebut, agak sulit memang. Sepatutnya desain bangunan bandara Turelelo arsitekturnya baik interior maupun eksterior  mengusung peradaban bu...

ATM : Amati, Tiru, Modifikasi

Gambar
Debat kandidat bupati Ngada pada hari, Jumat (1/10/2020) yang lalu muncul gagasan besar dari setiap paslon untuk membangun dan menyejahterakan (mengamankan dan memakmurkan) masyarakat dari berbagai sektor seperti; pariwisata, pertanian, peternakan, dll. Ada paslon menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama, ada paslon yang akan membangun desa menata kota, dan berbagai slogan lainnya. Gagasan, mulai dari misi, visi dan implementasi dalam program yang disampaikan saat debat entah itu hasil dari mengamati kemudian meniru selanjutnya memodifikasi dari yang sudah ada sebelumnya  atau hasil salin temple dengan cara memindahkan yang sudah dibuat dari oleh orang lain ataupun kandidat lain bahkan mungkin dari daerah lain bagi saya tidak masalah. Apa yang terbaik di negara atau kabupaten lain silahkan dipelajari, adopsi dan modifikasi yang penting selaras dengan siatuasi dan kondisi yang ada di Ngada. Beberapa alasan tentang konsep ATM antara lain ; pertama, mengingat menciptakan sesuatu ...

Akselerasi Pemulihan Ekonomi Melalui Pembangunan Infrastruktur Daerah

Gambar
Pandemi Covid-19 sejak Maret lalu memberikan dampak yang signifikan di semua sektor. Penyebaran virus yang mudah, cepat, dan luas telah menimbulkan krisis kesehatan, sementara di sisi lain, kebijakan pembatasan sosial untuk flattening the curve menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat. Di tengah ketidakpastian tersebut, Pemerintah dituntut untuk memberikan respon cepat dan adaptif dalam rangka memberikan stimulus fiskal pada sektor kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dukungan dunia usaha.  Pemerintah Pusat telah melakukan berbagai penyesuaian APBN dengan kebijakan relaksasi defisit di atas 3 %, termasuk dengan melakukan penghematan dan realokasi belanja guna menambah kapasitas fiskal untuk penangan Covid-19. Penyesuaian tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap APBD yang merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat sehingga pos anggaran selain untuk penanganan Covid-19 terpengaruh, termasuk anggaran untuk infrastruktur. Namun, kondisi ini tak lantas menge...