Badan Besar Begini, Betul Umur 17? (Menjawab Kecurigaan Fisik Melalui Transparansi SIAP PSSI)
Obrolan itu akhirnya mengerucut pada penerapan aplikasi SIAP PSSI (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI) yaitu platform basis data dan sistem administrasi digital terintegrasi yang dikembangkan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di wilayah kerja Asprov NTT.
----------------------------------------------------------------
Hari ini, ada sebuah video yang sempat lewat di beranda FB saya dari akun Jorge Alfanzo Amziria dimana kontennya berisi sebuah video tentang kapten Citra Bakti Ngada. Narasi yang menyertai video tersebut adalah Albert Roga Kapten kesebelasan CBN NGADA dan berhasil mengantarkan Laskar Jara Masi ke Semifinal, dengar2 beliau Calon pemain terbaik Soeratin cup U17 Maumere NTT. Setelah Video diputar, terdengar lontaran kalimat yang menggelitik saya yaitu “badan besar beginini, oe kau umur 17 betul tidak ini ni”
Kalimat tersebut mewakili stereotip lama yang masih mengakar di benak sebagian pecinta sepak bola kita yang mengukur usia seorang pemain hanya dari postur fisiknya. Semakin tinggi atau kekar seorang pemain muda, semakin besar pula prasangka bahwa ia melakukan pencurian umur.
Banyak komentar sebagai bentuk respon terhadap konten tersebut, terutama kalimat yang menggelitik. Sebagai pegiat sepak bola dan sekretaris SSB/Klub yang sejak tahun 2018 terlibat langsung sekaligus bergelut langsung dengan aplikasi saya memiliki kewajiban moral untuk meluruskan pemahaman terkait keberadaan pemain kelompok umur dan aplikasi SIAP PSSI.
Sistem SIAP dirancang sebagai system satu pintu atau system pelayan terpadu untuk mengelola seluruh data registrasi dan legalitas pemangku kepentingan sepak bola di tanah air, mulai dari tingkat nasional hingga daerah (Asprov, Askab/Askot, dan klub).
Ada beberapa fungsi dan fitur utama dalam SIAP PSSI antara lain #Pertama, menyatukan pendaftaran pemain (baik profesional maupun amatir), pelatih, official, hingga perangkat pertandingan sehingga tidak lagi dilakukan secara terpisah per kompetisi, melainkan secara nasional dan terpusat.
#Kedua, penerbitan nomor induk PSSI dan sertifikat registrasi dimana setiap pemain yang terdaftar di dalam sistem akan memperoleh Nomor Induk PSSI serta paspor pemain/sertifikat registrasi yang menjadi syarat mutlak untuk berlaga di kompetisi resmi.
Sementara itu tujuan dan manfaat utama SIAP PSSI adalah mencegah pencurian Umur dan rekayasa data. Khusus pada kompetisi usia muda (seperti Piala Soeratin U-13, U-15, U-17), verifikasi dilakukan secara digital mencegah pemalsuan dokumen identitas.
Melindungi hak pemain dan klub pembina. Data riwayat pemain yang terekam secara historis memudahkan klub-klub daerah/akademi dalam mengajukan klaim kompensasi pembinaan dan kontribusi solidaritas jika pemain tersebut kelak dikontrak secara profesional.
Terakhir menghindari masalah pemain ganda (terdaftar di dua klub berbeda pada waktu bersamaan) serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi status dan transfer pemain.
Di era modern ini, kualitas gizi, ilmu olahraga (sport science), metode latihan beban sejak dini, serta faktor genetik memungkinkan atlet usia 17 tahun memiliki postur tubuh yang jauh lebih bongsor dan atletis dibanding generasi sebelumnya.
Sistem SIAP PSSI hadir justru untuk melindungi pemain-pemain bertalenta seperti Albert Roga dari prasangka buruk masyarakat. Ketika dokumen legalitas dan verifikasi digital di dalam sistem telah menyatakan seorang pemain sah berusia 17 tahun, maka keraguan publik seharusnya gugur.
Sudah saatnya kita menggeser paradigma dari kecurigaan berbasis penampilan fisik menuju kepercayaan berbasis data terintegrasi. Mari beri panggung yang adil bagi anak-anak muda kita untuk berprestasi tanpa harus dibebani stigma sosial yang tidak berdasar.
Link YouTub : RL dari akun FB : https://youtube.com/shorts/7V-bewC9UqQ?si=C-MnUXgVPu2VFtOS


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar