Menyeimbangkan Kapasitas Intelektual dan Ketahanan Spiritual
Senin (25/5) siang, tepat pukul 12.00, sebuah ajakan yang tak lazim datang dari putra saya, Diego Lina. "Pak, mari kita berdoa Rosario lima peristiwa gembira," ajaknya tenang. Sebagai seorang ayah, saya segera bertanya perihal ujud doa tersebut. Dengan nada yang mantap namun penuh kerendahan hati, ia menjawab, "Agar saya bisa lulus SNBT." Di era yang serba cepat ini, dunia pendidikan kita sering kali terjebak dalam obsesi angka. Peringkat, nilai ujian, dan statistik kelulusan kerap dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Namun, di balik keberhasilan Diego menembus ketatnya Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Program Studi PJKR, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), saya menemukan pelajaran yang jauh lebih mendalam yakni kesuksesan sejati adalah titik temu antara disiplin intelektual dan keteguhan iman. Bagi Diego, persiapan menuju bangku kuliah bukan sekadar ritual musiman. Ia memahami bahwa kompetisi membutuhkan strate...