Postingan

Racun Uang Sebagai Pembunuh Mentalitas dalam Sepak Bola Usia Dini

Gambar
Fenomena hadiah uang tunai (prize money) dalam turnamen sepak bola anak kembali menyeruak, salah satunya melalui gelaran Watutura Cup II dengan total hadiah fantastis mencapai Rp50 juta. Di permukaan, angka ini tampak sebagai bentuk apresiasi bagi prestasi anak. Namun, jika kita membedah anatomi pembinaan pemain muda secara mendalam, pemberian uang tunai justru merupakan langkah mundur yang mencederai filosofi dasar sepak bola usia dini.   Dunia psikologi mengenal dua jenis dorongan intrinsik dan ekstrinsik . Anak-anak bermain sepak bola secara alamiah untuk mencari kesenangan, mencari teman, dan belajar. Inilah motivasi intrinsik yang menjadi bahan bakar utama konsistensi mereka di lapangan. Ketika panitia menaruh tumpukan uang di akhir turnamen, fokus anak dipaksa bergeser dari penguasaan keterampilan menjadi   pemburu nominal. Hadiah uang adalah motivasi ekstrinsik yang bersifat semu. Begitu hadiah tersebut hilang atau tidak lagi menarik, minat anak terhadap sepak b...

Loncatan Literasi NTT, Kala Ketulusan Bertemu Data dan Tantangan AI

Gambar
Selama bertahun-tahun, narasi tentang literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sering kali dibalut dengan nada pesimis. Tantangan geografis, keterbatasan akses, hingga minimnya infrastruktur pendidikan seolah menjadi tembok tebal yang mustahil ditembus. Namun, data BPS Februari 2026 membawa kabar yang menggetarkan yakni NTT kini memuncaki indeks minat baca nasional dengan skor 62 poin. Bagi mereka yang hanya melihat angka, ini mungkin sekadar statistik. Namun, bagi para penggerak yang telah berjibaku sejak puluhan tahun silam termasuk melalui inisiatif seperti Gerakan Katakan dengan Buku (GKdB) yang konsisten mengirimkan ribuan buku sejak 2006 data ini adalah bukti nyata bahwa literasi bukan soal kemewahan fasilitas, melainkan soal militansi dan konsistensi Keberhasilan NTT berada di atas provinsi-provinsi lain di Indonesia menunjukkan bahwa ekosistem literasi berbasis komunitas bekerja dengan efektif. Ketika buku-buku fisik dikirimkan ke pelosok, ke tangan anak-anak yang haus akan ilmu, ...

Pulang ke Sa’o: Reorientasi Literasi dari "Menara Gading" ke Jantung Adat Ngada

Gambar
Di ufuk cakrawala tanah Ngada, di bawah naungan Gunung Inerie yang kokoh, berdiri bangunan-bangunan ikonik yang melambangkan harga diri sebuah klan yaitu Sa’o . Bagi masyarakat Ngada, Sa’o bukan sekadar susunan kayu bermutu atau atap ijuk yang menantang langit. Ia adalah rahim identitas, pusat perlindungan, dan tempat di mana denyut kehidupan bermula. Di dalam Sa’o, sejarah lisan diwariskan, hukum adat diputuskan, dan kebersamaan dirayakan dalam aroma kopi yang mengepul. Namun, sebuah tantangan besar kini membayangi eksistensi ruang sakral ini. Di tengah derasnya arus modernitas dan banjir informasi digital, mampukah Sa’o bertransformasi menjadi lumbung ilmu tanpa harus kehilangan jiwanya? Bisakah rumah adat yang kuno ini menjadi episentrum literasi bagi generasi yang mulai gagap membaca akarnya sendiri? Selama dekade terakhir, literasi sering kali terjebak dalam sekat-sekat institusional yang dingin. Gedung perpustakaan konvensional sering kali terasa eksklusif, kaku, dan menginti...

Sepak Bola Adalah Jembatan

Gambar
  (Refleksi Menuju Putaran Nasional PSN Ngada)  Rabu (18/3) sore, sekitar pukul 15.19 WIB, sebuah obrolan hangat terjalin antara saya dan Coach Kletus Marselinus Gabhe. Suasana akrab menyelimuti diskusi kami, seolah menyambung kembali tali silaturahmi yang beberapa tahun lalu sempat terjalin melalui ruang diskusi virtual Zoom Meeting. Meski waktu telah berlalu, tema pembicaraan kami tetap setia pada satu poros: Sepak Bola Ngada. Kali ini, fokus kami tertuju pada persiapan serius PSN Ngada menyongsong kompetisi Liga 4 Putaran Nasional yang dijadwalkan bergulir pada April hingga Mei mendatang. Ada satu fakta menarik yang mencuat dalam obrolan kami. Skuad PSN Ngada kali ini dipastikan tidak akan tampil sekomplit saat mereka berlaga di zona NTT di Ende beberapa waktu lalu. Beberapa pilar utama tidak lagi menghiasi daftar susunan pemain. Namun, penyebab di balik ketidakhadiran mereka bukanlah masalah cedera atau sengketa kontrak, melainkan sebuah pilihan hidup yang jauh lebih menda...

Sejak Kapan Istilah Katolik Digunakan?

Gambar
  Istilah ‘katolik‘ merupakan istilah yang sudah ada sejak abad awal, yaitu sejak zaman Santo Polycarpus (murid Rasul Yohanes) untuk menggambarkan iman Kristiani, ((Disarikan dari New Catholic Encyclopedia, Buku ke-3 (The Catholic University of America, Washington, DC, copyright 1967, reprinted 1981), hal. 261)) bahkan pada jaman para rasul, sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci. Kis 9:31 menuliskan asal mula kata Gereja Katolik (katholikos) yang berasal dari kata “Ekklesia Katha Holos“. Ayatnya berbunyi, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” (Kis 9:31). Di sini kata “Katha holos atau katholikos; dalam bahasa Indonesia adalah jemaat/ umat Seluruh/ Universal atau Gereja Katolik, sehingga kalau ingin diterjemahkan secara konsisten, maka Kis 9:31, bunyinya adalah, “Selama beberapa waktu Gereja Katoli...

Pertemuan Terakhir Petrus dan Paulus di Roma

Gambar
Via Ostiensis di Kota Roma, antara blok 106 dan 108, sebuah prasasti marmer yang lapuk menandai sebuah tempat yang mudah terlewatkan. Plakat ini adalah tanda pengingat peristiwa bersejarah ketika Petrus dan Paulus berjumpa dan berpelukan untuk terakhir kali sebelum mereka mati sebagai martir. Tidak ada catatan dalam Alkitab sejauh ini tentang peristiwa ini. Alkitab hanya menggambarkan misi mereka, di mana ada perbedaan dalam misi masing-masing yang ditandai tantangan, wilayah pelayanan dan sahabatan-sahayan berbeda yang menyertai karya mereka. Ketika Paulus berpisah dengan para penatua Efesus (Kis 20), merupakan salah satu adegan paling emosional dalam Perjanjian Baru. Saat itu, Petrus tidak hadir. Penyebutan terakhir Petrus dalam Kisah Para Rasul menunjukkan ia meninggalkan Yerusalem, dan surat-surat tersebut hanya memberikan sedikit detail tentang pergerakannya di kemudian hari. Tidak ada catatan dalam teks Alkitab yang mencatat perpisahan antara kedua rasul ini. Namun, tradisi Krist...

Persebata ditengah Krisis Finansial

Gambar
  Saya menyimak sebuah utas di Facebook dari Yogi Making, isinya berupa empat himbauan kepada masyarakat Lembata terkait krisis keuangan yang mendera klub Persebata yang saat ini sedang berlaga di penyisihan grup liga 3 nasional.  Persebata  adalah klub sepak bola yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Status badan hukum tersebut menempatkan Persebata sebagai subjek hukum yang bersifat profesional dan profit-oriented .  Ketika sebuah klub sudah berbadan hukum tentu membawa konsekuensi hukum yang tegas, terutama terkait penggunaan uang negara Dari 4 langkah taktis yang akan diambil oleh manajemen PT Persebata untuk mengatasi krisis finansial, ada dua poin yang menggelitik saya yakni Pertama,  Melalui beberapa delegasi untuk mendiskusikan persoalan krisis finansial klub dengan pejabat pemerintahan setempat atau Bupati Lembata. Langkah ini menimbulkan persepsi atau dugaan liar di masyarakat pecinta sepakbola NTT soal keterlibatan pemerintah dalam menggunakan ua...