Menakar Kapasitas Yayasan Citra Bakti dalam Membangun Manusia Melalui Lapangan Hijau di Ngada
Ngada tidak pernah kekurangan bakat sepak bola. Di tanah ini, fanatisme terhadap si kulit bundar mengalir dalam darah, dan talenta alamiah lahir dari generasi ke generasi. PSN Ngada telah lama menjadi simbol kebanggaan dan kiblat sepak bola di Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, sejarah juga mencatat riwayat klasik yang pilu yaitu betapa banyak bakat emas dari pelosok Flores yang layu sebelum berkembang, terjebak dalam dinding kaca minimnya tata kelola modern, kompetisi usia dini yang semu, dan pilihan pelik antara masa depan pendidikan atau karier di lapangan hijau. Di tengah kegelisahan itulah, Klub Citra Bakti Ngada (CBN) hadir dari Malanuza membawa antitesis. Melalui obrolan mendalam selama hampir satu jam bersama Pak Fridus Muga, pemilik CBN, saya menangkap sebuah visi yang melampaui sekadar urusan menang dan kalah di lapangan hijau. Citra Bakti sedang melakukan sesuatu yang radikal namun terukur dengan menyuntikkan rasionalitas modern ke dalam fanatisme lokal, sekaligus membangun...