Feodalisme Gaya Baru yang Menelanjangi Mentalitas Penjilatan "Siap, Kanda"
Setiap kali menghadiri pertemuan komunitas diaspora Flores di Mojokerto dan Jombang, ada satu atmosfer unik yang selalu berhasil dihidupkan. Di sana, ruang dialog tidak pernah terasa kaku, dingin, apalagi mencekam. Diskusi-diskusi berat mengenai dinamika sosial, politik, hingga arah pembangunan daerah asal selalu dikemas dalam balutan canda, tawa, dan humor yang segar. Namun, jangan salah sangka. Di balik riuh tawa dan aroma persaudaraan yang pekat, substansi materi dan bobot argumen tetap menjadi panglima. Di ruang inilah, kehangatan personal berkelindan dengan ketajaman berpikir. Saya melihat bagaimana figur-figur senior seperti Opa Petrus Due atau Bapak Siprianus mendengarkan pandangan yang lebih muda dengan saksama, sementara Om Vitalis Sion dan Bapak Baldy menimpali dengan kritikan tajam yang diselingi kelakar khas Indonesia Timur. Tidak ada sekat feodal, tidak ada pembungkaman. Barangkali, justru di situlah letak daya tarik utama komunitas ini dimana hubungan antarang...