Masa Depan PSN Ngada di Bawah Payung Yayasan
Sepak bola di Nusa Tenggara Timur tanpa PSN Ngada adalah sebuah panggung yang sunyi. Ketika sanksi Asprov PSSI NTT akhirnya dicabut, ada hembusan napas lega yang panjang berembus dari Sikka hingga Manggarai. Namun, kembalinya sang raksasa ke kancah Piala Soeratin U-17 dan persiapan menuju Liga 3 membawa sebuah refleksi eksistensial bagi kita semua yakni bagaimana menjaga bara ini agar tidak pernah padam lagi? Kabar baik itu datang dari sebuah obrolan hangat bersama Wakil Bupati Ngada, Bernadus Dhey Ngebu (14/7). Sebuah gagasan visioner dilontarkan bahwa PSN Ngada harus berbadan hukum, dan bentuk yang paling ideal untuk mewadahi roh sepak bola Ngada adalah Yayasan . Pilihan ini bukan sekadar siasat taktis untuk memenuhi regulasi administratif PSSI demi melayarkan klub di Liga 3. Lebih dari itu, ini adalah sebuah keputusan ideologis yang mendalam. Langkah ini mengembalikan PSN ke rahim aslinya yaitu masyarakat Ngada itu sendiri. PSN Ngada tidak dilahirkan dari ruang rapat korporasi...