Menjaga Rumah Bagi Mimpi Anak Nagekeo
Diskusi singkat saya dengan Indra Mere Yua, pemilik klub Nirwana 04, pada Kamis (9/7) lalu, seolah membuka kotak pandora yang selama ini tertutup rapat. Kami membicarakan potret buram pembinaan sepak bola di Kabupaten Nagekeo. Sebuah persoalan klasik namun fatal yang kerap luput dari radar pembuat kebijakan olahraga kita yaitu terputusnya mata rantai pembinaan pada kategori usia 15 hingga 17 tahun. Tepat ketika anak-anak kita baru menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ironinya terasa getir. Ketika klub-klub lokal dan para pelatih akar rumput ( grassroots ) dengan gigih memeras keringat membentuk fondasi teknik serta karakter anak-anak sejak usia dini, buah manis dari kerja keras itu justru dipetik oleh daerah lain. Eksodus massal talenta muda Nagekeo menuju SMAS Katolik Regina Pacis di Kabupaten Ngada menjadi bukti yang tak terbantahkan. Kita tentu tidak bisa menyalahkan para pemain atau orang tua mereka. Regina Pacis telah berhasil membangun reputasi sebagai magnet sepak bol...