Menjembatani Bakat, Merawat Harapan Pesepakbola NTT
"Pokoknya pemain saya harus yang berdarah Bajawa!". Sekilas, ucapan pelatih SSB Metro Muda saat menyambut kehadiran Putra Mesa yang diantar ibu dan bapaknya itu terdengar seperti ungkapan primordial. Namun, dalam kacamata sosiologi olahraga, kalimat singkat tersebut adalah bentuk pengakuan budaya terhadap sebuah etos kerja. Di panggung sepak bola Nusa Tenggara Timur, label berdarah Bajawa telah lama berasosiasi dengan daya juang tanpa kompromi, stamina baja, dan kedisiplinan tinggi. Sang pelatih tidak sedang mengotak-ngotakkan, ia sedang mengakui keberadaan DNA bertanding yang siap ditempa. Menariknya, narasi Putra Mesa, talenta muda yang kini berkostum Persami U-17—bukan cerita tentang satu daerah belaka. Ini adalah kisah tentang penyeberangan kultur yang indah. Ayahnya, Heri Rangga Mesa, adalah birokrat di Pemda Sikka asal Soa, Ngada, yang dipercaya menjadi Ketua Panitia Penyambutan kontingen PSN Ngada dan CBN pada gelaran Piala Soeratin U-17 di Maumere. Di sinilah sepak ...