Dendam Tuntas di Sriwedari
Dalam panggung sepak bola, sebuah kekalahan bisa menjadi dua hal yaitu awal dari runtuhnya mental, atau bahan bakar terbaik untuk sebuah kebangkitan yang epik. Bagi PSN Ngada di ajang Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, memori kelam di babak 32 besar saat dipukul telak 1–3 oleh Unaaha FC terbukti menjadi opsi kedua. Kemenangan dramatis 2–1 atas lawan yang sama di babak 8 besar sore tadi (29/6) di Stadion Sriwedari Solo bukan sekadar raihan tiga poin krusial. Ini adalah sebuah ritus penebusan dosa yang sangat berkelas, sebuah pembuktian bahwa harga diri Inerie tidak pernah bisa diinjak untuk kedua kalinya Di sinilah kita melihat bagaimana sebuah tim berevolusi dari kesalahan masa lalu menjadi penantang gelar yang menakutkan di bawah tangan dingin Coach Kletus Gabhe. Sepak bola Ngada sore tadi tidak hanya dimainkan dengan kaki, melainkan dengan hati yang dingin dan kepala yang penuh dengan kalkulasi taktis. Ketika hasil drawing babak 8 besar menempatkan PSN Ngada satu grup lagi dengan U...