Postingan

Dari Satar Mese ke Mojokerto : Merintis Jalan Emas Bagi Anak Berbakat di Kota Para Juara

Gambar
Senin, 22 Juni, menjadi hari yang penuh sukacita sekaligus pembuktian bagi sebuah kerja keras. Fransiskus Sau, seorang anak muda dari Kampung Umung, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, resmi dinyatakan lulus melalui jalur prestasi di SMAN 2 Kota Mojokerto. Di balik pengumuman kelulusan yang ketat tersebut, tersimpan sebuah narasi menarik tentang bagaimana bakat alami yang ditempa oleh sistem pembinaan yang tepat, mampu membuka pintu-pintu kesempatan yang luas di dunia pendidikan. Keberhasilan remaja yang akrab disapa Franky ini menembus salah satu sekolah menengah atas favorit di Kota Mojokerto bukanlah sebuah kebetulan atau keberuntungan semata. Ini adalah buah manis dari konsistensi, disiplin, dan manajemen portofolio kompetensi yang direncanakan dengan baik. Selama tiga tahun menimba ilmu di SMPN 4 sebuah institusi yang dikenal luas sebagai kawah candradimuka bagi para atlet muda berprestasi, Franky tidak hanya belajar secara akademis, melainkan juga mengasah mentalitas kompetitifn...

Menguak Alasan Beasiswa Pemda Ngada di Kampus Perguruan Tinggi Swasta

Gambar
Tujuh jam yang lalu lewat di beranda Facebook saya beberapa foto dan narasi dari akun saudara Stanis Soli Kesu tentang suasana pendaftaran Camaba hari pertama, program kuliah hasil kerja sama Pemda Ngada bersama empat belas Perguruan Tinggi di tanah air. Adapun keempat belas perguruan tinggi swasta yang dimaksudkan antara lain; STKIP Citra Bakti Ngada, STIPER Flores Bajawa, ITS Mandala Jember, ITSK dr. Soepraoen Malang, Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Budi Luhur Jakarta, Instiper Jogyakarta, Universitas Mercu Buana Jogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Universitas Warmadewa Bali, Politeknik Kesehatan Kartini Bali, ITB Stikom Bali, Universitas Citra Bangsa Kupang, dan STIKES Maranatha Kupang. Langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada membuka program kerja sama pendidikan tinggi terjangkau adalah sebuah jawaban yang visioner. Ini bukan sekadar kebijakan administratif atau fasilitas pembiayaan cuma-cuma. Lebih dari itu, ini adalah jembatan ema...

Menyeimbangkan Kapasitas Intelektual dan Ketahanan Spiritual

Gambar
Senin (25/5) siang, tepat pukul 12.00, sebuah ajakan yang tak lazim datang dari putra saya, Diego Lina. "Pak, mari kita berdoa Rosario lima peristiwa gembira," ajaknya tenang. Sebagai seorang ayah, saya segera bertanya perihal ujud doa tersebut. Dengan nada yang mantap namun penuh kerendahan hati, ia menjawab, "Agar saya bisa lulus SNBT." Di era yang serba cepat ini, dunia pendidikan kita sering kali terjebak dalam obsesi angka. Peringkat, nilai ujian, dan statistik kelulusan kerap dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Namun, di balik keberhasilan Diego menembus ketatnya Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Program Studi PJKR, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), saya menemukan pelajaran yang jauh lebih mendalam yakni kesuksesan sejati adalah titik temu antara disiplin intelektual dan keteguhan iman. Bagi Diego, persiapan menuju bangku kuliah bukan sekadar ritual musiman. Ia memahami bahwa kompetisi membutuhkan strate...

Budaya sebagai Penuntun, Jalan sebagai Penyambung

Gambar
Dalam dinamika politik modern, seringkali kita melihat jurang pemisah yang lebar antara elit pemerintahan dengan realitas masyarakat akar rumput. Namun, potret hangat mama saya, Ibu Paulina Bhoki, yang diapit oleh Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu di rumah adat Sa'o Gebhawea, memberikan perspektif yang menyegarkan. Momen saat acara Ka Sa'o di kampung Woeloma ini bukan sekadar aktivitas protokoler, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang apa artinya menjadi pemimpin yang memanusiakan manusia di tanah Ngada. Bagi saya, kehadiran beliau berdua adalah manifestasi nyata dari gaya kepemimpinan yang merangkul. Salah satu hal yang paling berkesan dari sosok Pak Raymundus dan Pak Bernadinus adalah gaya komunikasi mereka yang begitu luwes dan membumi. Mereka mampu menanggalkan topeng protokoler yang kaku, menggantinya dengan obrolan-obrolan hangat yang diselingi canda tawa segar saat berinteraksi dengan warga. Mereka tidak datang sebagai sosok yang haru...

Menghidupkan Jiwa Seni Siswa di Ngada Melalui GSMS

Gambar
Pendidikan sejati bukanlah sekadar ajang transfer ilmu pengetahuan di dalam ruang kelas yang kaku. Ia adalah upaya holistik untuk memperhalus budi pekerti dan memperluas cakrawala berpikir generasi muda. Langkah strategis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada yang terpilih sebagai mitra dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026 menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan sedang bergerak ke arah yang lebih manusiawi. Kehadiran seniman memberikan warna baru bagi ekosistem belajar. Sinergisitas ini menjadi krusial bagi masa depan pendidikan kita melalui beberapa poin fundamental yakni Pertama, Kurikulum formal sering kali menitikberatkan pada aspek kognitif. Di sinilah seni hadir sebagai penyeimbang. Melalui seni, siswa belajar tentang empati dan kesabaran. Di Ngada, hal ini mewujud nyata dalam seni tenun (Ikat). Menenun bukan sekadar menyilangkan benang. Menenun adalah latihan ketelitian dan keteguhan hati. Siswa diajak memahami bahwa setiap motif memiliki naras...

Jangan Paksa Anak Jadi Hebat, Jika Orang Tua Belum Layak Jadi Teladan

Gambar
Pengukuhan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Ngada periode 2026-2027 di Bajawa baru-baru ini menyisakan sebuah tanda tanya besar di benak penulis, “Apakah Kabupaten Layak Anak (KLA) adalah sebuah misi tulus, atau sekadar kosmetik birokrasi?” Di atas kertas, visi Bupati Raymundus Bena menempatkan anak sebagai pelopor pembangunan adalah langkah revolusioner. Namun, di lapangan, narasi indah ini sering kali membentur tembok kokoh bernama realitas sosial. Kita tidak bisa menutup mata bahwa di balik label ramah anak, masih banyak dapur-dapur rumah dan pelataran rumah adat kita yang menjadi saksi bisu pengabaian terhadap martabat anak. Sangat ironis ketika kita mendorong anak menjadi "Pelapor", sementara sistem pendukung terkecil mereka di dalam keluarga masih menormalisasi kekerasan. Bagaimana mungkin seorang anak memiliki keberanian untuk bersuara jika di rumahnya sendiri ia dibesarkan dengan makian "bodoh" atau hantaman fisik sebagai pengganti dialog? Selama oran...

Citra Bakti Ngada, Memutus Rantai Kegelisahan Antara Ijazah dan Sepatu Bola

Gambar
Selama puluhan tahun, Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai "Brasil-nya Indonesia". Bakat-bakat alam tumbuh subur di setiap jengkal tanahnya. Namun, ada satu mata rantai yang sering terputus yakni banyak talenta hebat harus memilih antara pendidikan atau lapangan hijau. Tahun ini, stigma itu dihancurkan. STKIP Citra Bakti Ngada berdiri tegak, membawa nama Malanuza ke kasta nasional melalui kompetisi Liga 4 musim 2025/2026 . Masuknya Citra Bakti dalam jajaran 14 klub perguruan tinggi elit di Indonesia bukan sekadar gaya-gayaan. Ini adalah sebuah pernyataan politik olahraga yang tegas bahwa kampus bukan lagi penonton, melainkan mesin penggerak prestasi. Melihat logo Citra Bakti Ngada bersanding dengan kampus raksasa seperti UNESA Surabaya, UNIMED Medan, Universitas Sriwijaya, Universitas Trisaksi, dll di tabel peserta Liga 4 memunculkan rasa bangga sekaligus harapan. Bagi masyarakat Malanuza, ini adalah pembuktian bahwa kualitas intelektual dan ketan...