Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada
Sepak bola bukan sekadar soal siapa yang mencetak gol lebih banyak, melainkan tentang menjunjung tinggi spirit fair play . Laga krusial semifinal Liga 4 Nasional yang mempertemukan Pesik Kuningan dan PSN Ngada di Stadion Sriwedari, Solo, pada Rabu (8/7), seharusnya menjadi panggung pembuktian taktik dan talenta. Namun sayang seribu sayang, sorotan utama justru bergeser dari aksi heroik para pemain ke arah sosok pengadil lapangan. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 di waktu normal dan disudahi dengan kemenangan penalti Pesik Kuningan 5-4 ini, menyisakan catatan kelam terkait kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah. Alih-alih menjadi fasilitator pertandingan yang adil, sang pengadil justru menjelma sebagai pemain ke-12 yang merusak ritme dan mental bertanding. Ada dua dosa taktis utama dari kepemimpinan wasit di laga ini yang patut dikritisi secara tajam, yaitu : Pertama, matinya kepekaan terhadap aturan keuntungan. Dalam sepak bola modern, aturan ini adalah instrumen...