Dua Belas Tahun Persewa Watumanu Merawat Kehormatan Tanah Kelahiran
Dalam sebuah percakapan telepon pada Jumat (17/7), Bung Roni Bengu, pelatih Persatuan Sepak Bola Watumanu (Persewa), membagikan sepenggal kisah yang menggetarkan. Ia mengenang kembali 17 Juli 2014, tanggal yang menjadi titik mula dari suatu perjalanan panjang. Hari itu, di desa bernama Watumanu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, benih idealisme itu mulai ditanam. Lahir dari rahim kesederhanaan dan kepedulian kaum muda, Persewa yang kemudian akrab dijuluki Laskar Ana Manu didirikan bukan sekadar sebagai wadah pelampiasan hobi menendang si kulit bundar. Lebih dari itu, ia adalah sebuah gerakan akar rumput yang digerakkan oleh semangat kolektif untuk melawan keterbatasan. Kini, dua belas tahun telah berlalu. Di tengah dinamika zaman dan modernisasi industri sepak bola yang kian menuntut kapital besar, Persewa Watumanu tetap berdiri tegak. Klub ini menjadi bukti hidup bahwa kekayaan talenta dan keteguhan mental mampu menjadi penantang tangguh bagi minimnya sarana dan prasarana. Selam...