Menang Sebelum Laga Usai, Hitungan Cerdas Tan Siko Pelatih CBN
Setelah pertandingan, saya melakukan chatting dengan pelatih Citra Bakti Ngada (CBN) sembari menyampaikan ucapan apresiasi atas kemenangan melawan Persap Alor dengan skor 2:1, sekaligus mengamankan posisi timnya sebagai penguasa grup D babak penyisihan Piala Soeratin U-17 zona NTT 2026 di Gelora Samador.
Sepak bola itu ibarat permainan catur di atas rumput hijau, siapa yang bisa berpikir dua atau tiga langkah ke depan, dialah yang keluar sebagai pemenang. Hal inilah yang tergambar jelas saat saya berbincang dengan pelatih Citra Bakti Ngada, Tan Siko.
Banyak penonton mungkin melihat laga sore tadi sebagai pertandingan biasa di fase grup. Namun bagiTan Siko, laga tersebut adalah partai final. Anggapan ini bukan sekadar kalimat penyemangat, melainkan sebuah kalkulasi taktis yang sangat matang.
Tan Siko tahu betul bahwa dalam turnamen dengan jadwal padat, musuh terbesar sebuah tim bukanlah lawan di lapangan, melainkan kelelahan dan beban mental. Jika Citra Bakti Ngada gagal mengamankan poin penuh saat melawan Persap Alor, laga terakhir fase grup akan menjadi pertaruhan hidup-mati yang sangat menguras stamina dan emosi.
"Kalau kalah, pertandingan terakhir pasti akan sulit... beban psikologi dan mental akan terkuras. Makanya amankan poin penting hari ini," ungkap Tan Siko.
Pikiran dingin inilah yang membedakan pelatih biasa dengan pelatih yang punya visi strategis. Tan Siko tidak hanya memikirkan bagaimana cara menang hari ini, tapi juga bagaimana agar timnya tetap bugar dan siap bertarung di babak 8 besar.
Di lapangan, 3 resep taktis yang dirancang pelatih terbukti sangat efektif, terutama di babak pertama yaitu ,Satu mematikan playmaker lawan. Instruksi utama Tan adalah mengunci aliran bola ke pemain nomor 10 milik Persap Alor. Saat roh permainan lawan dimatikan, serangan mereka otomatis buntu. Dua, eksploitasi sisi sayap dengan menyerang secara agresif dari sisi kiri dan kanan untuk membongkar pertahanan rapat Alor. Tiga, rotasi dan menjaga kedalaman. Pada babak kedua, saat keunggulan sudah diraih, fokus bergeser ke menjaga kedalaman lini tengah dan mengandalkan serangan balik cepat.
Meski menang, Tan Siko tetap bersikap kritis. Ia secara terbuka mengevaluasi barisan depannya khususnya pemain nomor 9 yang dinilainya belum maksimal memanfaatkan peluang. Sikap seperti ini penting agar tim tidak cepat puas diri.
Tantangan berikutnya sudah menanti di laga pamungkas grup melawan PS Malaka. Citra Bakti Ngada dipastikan kehilangan dua pilar utamanya yakni sang kapten dan gelandang jangkar akibat akumulasi kartu.
Dengan jeda waktu yang sangat sempit (hanya satu hari menuju babak 8 besar), Tan Siko memilih pendekatan pragmatis yaitu main lebih sabar dan melakukan rotasi pemain. Ini adalah pilihan realistis. Dalam turnamen yang panjang, keberanian untuk menurunkan tempo dan menyimpan tenaga adalah bagian dari strategi besar menuju tangga juara.Dari wawancara singkat ini ada
pesan yang saya catat yakni kemenangan Citra Bakti Ngada bukanlah kebetulan.
Ada perhitungan dingin, pembacaan taktik yang jitu, serta pengelolaan stamina
pemain yang diperhitungkan secara presisi. Jika konsistensi seperti ini terus
dijaga, langkah Citra Bakti Ngada di babak 8 besar tentu patut kita nantikan
dengan optimisme tinggi.


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar