Postingan

Desa Digital: Potensi dan Tantangannya

Gambar
Kesenjangan pembangunan merupakan hal yang sampai saat ini masih terjadi di Indonesia. Kesenjangan tersebut terjadi antarwilayah serta antar kota dan desa. Kesenjangan yang terjadi antar kota dan desa juga terjadi dalam hal teknologi informasi dan komunikasi. Desa digital merupakan salah satu program untuk mengurangi kesenjangan arus informasi yang terjadi di desa. Konsep desa digital merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dalam pelayanan publik dan kegiatan perekonomian. Dengan adanya desa digital diharapkan pelayanan publik dapat meningkat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi berkembang. Desa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional. Hal ini dinyatakan dalam salah satu Nawacita Jokowi yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, yang diikuti dengan strategi pembangunan nasional. Berdasarkan RPJMN 2015-2019 pembangunan harus dapat menghilangkan/mempe...

Enam Kecamatan di Nagekeo Mendapatkan Buku Gratis

Gambar
Nangaroro-NTT . Selama dua hari berturut-turut, sejak Senin (31/8) hingga Selasa (1/9/2020) Gerakan Katakan dengan Buku (GKdB) bekerja sama dengan Robert Waka melakukan aksi bagi-bagi buku di Kabupaten Nagekeo, NTT. Bersama Sianus dan Yonis mereka keliling untuk mendekatkan buku kepada anak-anak yang berada di berbagai pelosok kampung.   Enam kecamatan yang mendapatkan donasi buku antara lain ; Nangaroro, Aesesa, Aesesa Selatan, Wolowae, Boawae, dan Keo Tengah. Khusus untuk area Nangaroro hampir semua sekolah baik tingkat SD maupun SMP sudah mendapatkan buku. Sementara itu untuk kecamatan lainnya kegiatan pembagian buku sementara dilakukan di pusat kecamatan saja. Seperti Kecamatan Aesesa pembagian buku di Aeramo, Aesesa Selatan di Wekaseko, Wolowae di SMP Negeri Rendu, Boawae di Taman Baca serta Keo Tengah langsung diserahkan kepada ibu camat yaitu Hilda Muta Kasi selanjutnya akan didistribusikan kepadaanak-anak.   Hanya ada satu area pembagiannya masih tertunda yaitu k...

Petrus Ngabi Telah Pulih dan Akan Kembali Beraktivitas

Gambar
Hari Rabu (26/8/2020) jam 12.15 handphone saya berdering. Kendati sedang melayani pembelajaran online, sontak saya meraih perangkat komunikasi tersebut. Sepintas ku tengok, ternyata ada panggilan video call via WhatsApp dari pak Petrus Ngabi, anggota DPRD Ngada yang sempat dirawat karena menderita Covid-19 pada salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Sebelum beliau menelpon, kami memang sempat ngobrol via WhatsApp . Obrolan kami berawal dari pertanyaan-pertanyaan ringan seputar kondisi kesehatan beliau dan cerita-cerita tentang ikatan perkawinan, dimana salah satu saudarinya kebetulan menikah dengan paman saya. Demikian juga ketika saya memperkenalkan asal muasal istri saya yang kebetulan juga berasal dari daerah yang sama dengan beliau. Chattpun terputus dan beliau mengalihkan ke obrolan via video call. Ekspresinya via VC tampak sangat sumringah dan optimisme tergambar jelas dari raut wajahnya. Kondisinya saat ini saya amati sangat berbeda dibandingkan dengan pertemuan kami ...