Literasi Reba Deru (Bagian Kedua) : Rei-Rei Wara
Prosesi Kelo Gha’e atau perarakan uwi dari Woe Deru (Wewa Sa’o Liko Deru) menuju Woe Loma berlangsung sekitar empat puluh lima menit setelah melintasi pemukiman penduduk di Nua Kisa dan Bo Ma’e (Meri) atau gapura masuk kampung Woe Loma. Sesampainya di halaman Sa’o Patola-Gebhawea warga yang hadir dengan pakaian adat lengkap langsung membentuk formasi lingkaran dan siap mengikuti prosesi Soka Sedo dan Rei-rei Wara. Perihal Soka Sedo yang dilaksakan di Woe Loma, keberadaanya baik konten, prosesi maupun makna yang terkandung didalamnya sama seperti yang dilakukan di Woe Deru.Setelah Soka dilanjutkan dengan tahapan berikut yaitu Rei-rei Wara. Menurut pemahaman orang Deru, Wara (angin) merupakan musuh leluhurnya karena angin (wara) merupakan pembawa sumber malapetaka dan bencana yang bisa merusak semua jenis tanaman. Oleh karena itu butuh strategi jitu untuk mengalahkannya. Menurut Didakus Lina tokoh adat asal Woeloma, menuturkan bahwa tradisi yang berkembang untu...