Keluhuran Manusia Sebagai Citra Allah (Kelas : X / Periode : 16 - 20 Agustus)
DOA PEMBUKA
Tanda Salib (+)
Allah Bapa kami Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Engkau telah menanamkan benih kasih dalam hati semua orang.
Bahkan Engkau telah membiarkan Roh-Mu sendiri tinggal dalam hati
semua insan.
Dan Engkau sendiri menghendaki agar kami saling mengasihi,
sebagaimana kami mengasihi diri kami sendiri.
Kami bersyukur kepada-Mu atas kasih-Mu.
Engkau telah mengangkat semua orang menjadi Anak-Mu,dan mengasihi mereka dengan kasih yang sama.
Semoga kami selalu saling mengasihi dan hidup rukun sebagai saudara.
Lebih-lebih kami bersyukur, karena Yesus selalu berdoa bagi semua orang,
Seperti Yesus sendiri bersatu dengan Dikau.
Kami mohon curahkanlah rahmat persaudaraan kepada semua orang,
Agar mereka tekun mengusahakan kedamaian, kerukunan, ketenteraman .
Bebaskanlah umat-Mu dari hal-hal yang melemahkan semangat
persaudaraan.
Bebaskan kami dari cekcok, iri hati, fitnah dan sikap hanya mementingkan
diri sendiri. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan
Kristus Tuhan kami. Amin
Tanda Salib (+)
PENGANTAR
Anak-anak yang terkasih...
Dalam pelajaran yang lalu kita telah belajar bahwa manusia adalah makhluk
yang unik. Pada pelajaran ini akan dibahas kekhasan yang lain dari manusia, yang
membedakan manusia dari ciptaan lain di bumi ini dan yang membuat manusia
lebih mirip dengan sang Penciptanya.
Dewasa ini banyak terjadi pelanggaran terhadap martabat kemanusiaan.
Di berbagai tempat terjadi kekerasan yang diakibatkan dari sikap fanatik dan
diskriminatif ras, suku, agama, budaya, dan kelompok sosial. Sikap ini dapat menjalar pada siapa saja, tidak terkecuali orang muda. Oleh karena itu, mereka
perlu disadarkan bahwa sikap tersebut dapat melahirkan berbagai kekerasan dan
tindakan anarkis yang sungguh merusak dan sangat melukai martabat manusia
sebagai citra Allah.
Sebagai sesama citra Allah, setiap manusia adalah bersaudara. harus
saling menghormati dan saling mengasihi. Sikap ini seperti yang digambarkan
Yesus dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati. Dalam
perumpamaan itu dikisahkan bagaimana orang Samaria yang baik hati itu telah
memperlakukan orang Yahudi yang mendapat bencana di jalan seperti saudaranya
sendiri, bahkan lebih dari itu.
Dalam Kitab Kejadian 1: 26-27 dikisahkan demikian: Berfirmanlah Allah:
“Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita supaya mereka
berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan
atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka
Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah
diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. Dalam
kutipan Kejadian 1: 26-27 ini jelas dinyatakan bahwa manusia diciptakan menurut
gambar dan rupa Allah, tentang makhluk-makhluk yang lain tidak dikatakan
seperti itu
MENYIMAK VIDEO
Silahkan menyimak video pembelajaran dengan klik link ini : https://www.youtube.com/watch?v=SL-jgeGS_Uw
EVALUASI
Jawablah pertanyaan berikut ini dan kirimkan ke email : yohanesdonboscolobo@gmail.com !
- Apa yang dimaksud dengan manusia diciptakan sebagai gambar Allah (Citra Allah)?
- Apa keunggulan manusia dibandingkan ciptaan Allah yang lain?
- Berdasarkan kutipan Lukas 10: 25 – 37, siapa yang dimaksud dengan saudara?
- Buatlah sebuah rumusan yang menunjukkan sejauh mana kalian sudah menghayati keberadaan dirinya sebagai Citra Allah!
- Bagaimana pandangan kalian dengan pernyataan bahwa semua manusia satu saudara?
- Sebutkan aksi nyata yang menunjukkan kepedulian anda terhadap sesama yang berkebutuhan khusus/ sesama yang kurang beruntung !
DOA PENUTUP
Tanda Salib (+)
Membacakan Mazmur 104
Kebesaran Tuhan dalam Segala Ciptaan-Nya
1
Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau
yang berpakaian keagungan dan semarak,
2
yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti
tenda
3
yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awanawan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin,
4
yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala
sebagai pelayan-pelayan-Mu,
5
yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang
untuk seterusnya dan selamanya.
6
Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik
melampaui gunung-gunung.
7
Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara
guntur-Mu,
8
naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka.
9
Batas Kau tentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka
menyelubungi bumi.
10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di
antara gunung-gunung,
11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai
hutan;
12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.
13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar lotengMu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu.
14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan
untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah
15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri
karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.
16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya,
17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di
pohon-pohon sanobar;
18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu
adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.
19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang
tahu akan saat terbenamnya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala masa. Amin
Tanda Salib (+)
Komentar
Posting Komentar