Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Persebata ditengah Krisis Finansial

Gambar
  Saya menyimak sebuah utas di Facebook dari Yogi Making, isinya berupa empat himbauan kepada masyarakat Lembata terkait krisis keuangan yang mendera klub Persebata yang saat ini sedang berlaga di penyisihan grup liga 3 nasional.  Persebata  adalah klub sepak bola yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Status badan hukum tersebut menempatkan Persebata sebagai subjek hukum yang bersifat profesional dan profit-oriented .  Ketika sebuah klub sudah berbadan hukum tentu membawa konsekuensi hukum yang tegas, terutama terkait penggunaan uang negara Dari 4 langkah taktis yang akan diambil oleh manajemen PT Persebata untuk mengatasi krisis finansial, ada dua poin yang menggelitik saya yakni Pertama,  Melalui beberapa delegasi untuk mendiskusikan persoalan krisis finansial klub dengan pejabat pemerintahan setempat atau Bupati Lembata. Langkah ini menimbulkan persepsi atau dugaan liar di masyarakat pecinta sepakbola NTT soal keterlibatan pemerintah dalam menggunakan ua...

Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa ?

Gambar
  Pasca minggu ketiga masa Adven atau yang dikenal dengan Minggu  Gaudete , sukacita umat Katolik sejagat intensitasnya semakin naik. Pasalnya, umat akan menyiapkan diri untuk lebih serius menyiapkan diri untuk menyambut Natal melalui beberpa rangkaian kegiatan dan salah satunya adalah aktivitas pengakuan dosa. Ada pertanyaan menarik yang sering penulis jumpai di berbagai  plat form  media sosial yakni "Masih perlukah Sakramen Pengakuan Dosa"? Gereja Katolik memiliki tanda dan sarana keselamatan (Sakramen) di mana seseorang dapat mendapatkan pengampunan dosa dengan menerima sakramen pengakuan dosa dari Imam. Tapi pernahkah kita berpikir, apakah hal tersebut perlu dilakukan? Bukankah bertobat langsung ke Yesus juga bisa dan bahkan lebih personal dengan Tuhan? Dalam ajaran Gereja Katolik, sakramen adalah tanda yang kelihatan dan efektif dari rahmat Keselamatan. Artinya, sakramen bukan hanya menunjuk pada keselamatan, tetapi sungguh menghadirkannya. Sakramen Tobat mer...

ETMC dan Mitos yang Terpatahkan

Gambar
Usai sudah kompetisi paling akbar di persada Flobamora,  perebutan piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup ( ETMC ) ke 34 tahun 2025 di  Stadion Marilonga Ende . Dua tim yang akhirnya meraih puncak anak tangga persaingan pada  partai "grandfinal match" ini adalah PERSENA Nagekeo vs PSN Ngada Semalam, panggung stadion Marilonga menampilkan pentasan menarik sekaligus bergengsi. Menarik karena netizen di Ngada dan Nagekeo melabeli  pertemuan ini sebagai bentrok antara sang kakak versus sang adik sehingga ada yang nyeletuk, bisakah sang kakak mengalah dan merelakan sang adik menjadi juara?  Disisi lain ini pertarungan bergengsi karena dua finalis ini telah membuktikan diri mampu menyingkirkan para pesaingnya menggapai puncak tangga persaingan untuk meraih mahkota kehormatan yang diimpikan oleh semua kontestan.  Kedua finalis ini mengemban misi masing- masing untuk diraih. PERSENA ingin menoreh sejarah berhasil tampil sebagai  juara baru ETMC. Sedangkan ...